I don’t want to be a zombie, corporate zombie.
But system’s almost made me be a zombie, corporate zombie.
I have to calculate when I can be free, free from being a zombie, corporate zombie.
And eat your brains huahahahahahaha >:)
“never allow someone to be your priority while allowing yourself to be their option”
You said this and it point back at you.
Yesterday, my father finally get married for the third time. I can’t go to his wedding party, and I really don’t want to. I just don’t want to get my heart broken. So, I just send some text message before the wedding, send some pray for him and his new family.
“Ya semoga keluarganya jadi keluarga yang sakinah, mawada, warohmah. Dan langgeng sampai tua. Semoga anak2nya nanti jadi anak yang berbakti sama ayah. Aaamiinn”
Hope you will find peace in this marriage, dad. Hope you will get better with this new family, I know what you’ve been trough a couple years ago, it hurts both for us.
See you when I see you.
Bye, dad.
If this is my good, will you be there if I get my worst, at the deepest bottom of the sea?
If this is my worse, will you be there if I get my best, at the the higher up of the sky?
everybody have their own secrets.
sorry if i invade your space.
keep your secrets deep down, i won’t ask anything.
“Traktiran” is not about what we eat or how much we eat, is about how we celebrate a special occassion with people we close.
Ya Allah, berikan mbahkung kesadarannya kembali. Agar aku bisa mendengarkan cerita-ceritanya kembali untuk yang terakhir kali. Cerita-cerita tentang kehidupannya, tentang keberaniannya, tentang segalanya yang bisa aku serap. Agar aku tidak lupa siapa beliau. Agar cerita-ceritanya ada yang mengenang. Agar aku bisa menceritakan siapa buyut dari anak-anakku kelak.
Can’t you just listen and not argue so I can feel good a bit?
Ternyata banyak banget pembelajaran yang bisa lo dapetin di hidup ini untul menjadi lebih baik, bahkan, lo bisa belajar saat lo merasa kecewa atau gagal atau sedih. Asal lo bisa mengalihkannya jadi energi positif dan punya hati yang cukup besar.
Well, my heart is not big enough I think. Not as big as my mom, but I try to be like hers. And I try to turn all the negative energy into a positive one.
Pagi ini gue belajar bahwa gue harusnya tau gimana bersikap&berpikir dan gimana seharusnya memaksimalkan kesempatan.
Ya ditengah-tengah rasa kekecewaan, sedih, syok dan sakit perut gara2 kebanyakan makan kmrn, gue berpikir lagi kenapa begini-begitu. Dan yg gue dapet adalah,
1. Gue serakah, berharap semua kesempatan yang dateng bisa gue ambil. Then, I plan everything as it will be gone my way. But it doesn’t.
2. Gue males, karena ternyata rencana2 yang gue bangun seharusnya gue kerjakan dengan baik dan dipastikan bahwa rencana itu akan berjalan lancar. Tapi gue ga lakukan itu. Dan gue terlalu bergantung sama orang buat ngebantu gue. Krna gue kira dia bakal jadi partner kerja dan dia tau hal ini juga dari gue.tapi tenyata caranya ga gitu ya. Dan itu kesalahan ke 2.
3.Terlalu banyak berharap. Too high expectation will kill you, indeed.
4.Harusnya gue bisa lebih kontrol omongan gue, not too much blabbering about something and pray more instead. Karena kalo udah keceplosan dan ngomong banyak tapi ga jadi itu rasa down nya lebih gede. Haha.
Hmm kyknya 4 itu cukup menggambarkan kekurangan gue kemarin yang mengakibatkan ketidakpastian dalam hidup gue di beberapa hari kemarin. Tapi ya sudah lah, toh gue belajar hal positifnya juga, jadi lebih lapang dada, lebih suportif ke temen juga, belajar lebih visioner juga :)
